Begitujuga ronda bersama, saling menjaga tempat ibadah, dan saling melayat jika ada warga yang meninggal. Selanjutnya model toleransi ditemukan oleh Huda (2015) di Desa Balun Lamongan. Desa Balun adalah desa yang paling unik di Kabupaten Lamongan, bahkan mungkin di Indonesia. KampungPancasila adalah sebuah julukan yang diberikan oleh masyarakat seiring dengan suasana harmoni dan sikap toleransi beragama yang dilakukan warga Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Desa Balun yang dekat dari pusat kota ini merupakan salah satu desa tua yang sarat dengan berbagai nilai sejarah, termasuk tentang Diwilayah tersebut ada sebuah komplek yang memiliki tiga tempat peribadatan sekaligus, yaitu dua gereja dan satu masjid. Tiga tempat ibadah itu adalah Gereja Kristen Pasundan (GKP), Gereja St Servatius, dan Masjid Agung Al Jauhar Yasfi. Ketiganya berdekatan dan hanya berjarak sekitar 100 meter. Desa Balun, Kecamatan Turi kabupaten Lamongan dikenal sebagai Desa Pancasila lantaran toleransi antar umat beragama yang tinggi satu sama lain. Desa Balun terdiri atas 10 RT (Rukun Tetangga) memiliki sekitar 4.600 warga, dengan banyak bangunan tempat ibadah seperti pura, gereja dan masjid yang lokasinya saling berdekatan. 75 persen SaatUmat Berbagai Agama di Lamongan Bantu Bangun Tempat Sembahyang Hindu Desa Balun, Kecamatan Turi kerap disebut sebagai Desa Pancasila. Desa ini kembali membuktikan kerukunan dengan meresmikan Padmasana di Pura Sweta Mahasuci. Takhanya membangun masjid, Cheng Ho juga menyiarkan islam di kawasan Semarang. Masjid tersebut kini dialihfungsikan dan dikenal sebagai Klenteng Sam Poo Kong. Saya masih bertanya-tanya, apa sebab masjid ini beralih fungsi menjadi klenteng? Bahkan beberapa kali berwisata ke Sam Poo Kong, tak ada aktivitas ibadah umat muslim di sini. Sebelumperesmian itu, ada beberapa peninjauan sehingga dinyatakan layak menjadi tempat ibadah tangguh,” kata Bupati Lamongan, Fadeli, Kamis, 13 Agustus 2020. Bukan sekedar mampu memutus rantai penyebaran corona saja, ternyata keberadaan tempat ibadah tangguh di Desa Balun itu, merupakan sebuah simbol Ke-Bhinekaan. Article Aditya, Zaka Firma and Al-Fatih, Sholahuddin (2020) Indonesian constitutional rights: expressing and purposing opinion on the internet. The International Journal of Human Rights. pp. 1-25. ISSN 22243259 Ahsany, Fachry and Alamsyah, Ahmad Faiz and Al-Fatih, Sholahuddin (2020) LEGAL PROTECTION OF LABOR RIGHTS DURING THE CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID asepmunawarudin, nim: 15360006 (2019) pencarian sumbangan pembangunan masjid di jalan raya dalam pandangan hukum (studi kasus di desa balun kecamatan turi kabupaten lamongan). skripsi thesis, uin sunan kalijaga yogyakarta. (2010) tinjauan hukum islam terhadap larangan pernikahan berbeda letak tempat tinggal (studi kasus di desa ngombol Lamongan Desa Balun yang disebut juga Desa Pancasila yang terletak di Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Jawa Timur mendapat kunjungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lamongan pasca diresmikan Bupati Lamongan bulan April lalu. TRIBUNVIDEO.COM - Jagat maya dihebohkan dengan kisah sejumlah pedagang pecel lele yang sukses, sebagai wujud syukurnya yang diperolehnya ia pun tak lupa dengan warga kampung halamannya.. Sukses menjadi pedagang pecel lele di perantauan tak membuat warga Desa Bugoharjo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan lupa dengan kampung halamannya.. AlIzzah: Ju rnal Ha sil-Ha sil Penelitia n-ISSN: 1978 -9726 (p); 254 1-0717 (e) Volume 14, Nomor 1 (Mei, 2019) 56 dan exercise bagi semua umat beragama untuk bisa saling menghargai, memahami, dan membangun semangat toleransi dari jarak yang dekat.4 Penelitian-penelitian terkait dengan harmonisasi relasi sosial antaragama di Beranda» Agama » Banyaknya Desa Menurut Jenis Tempat Ibadah Per Desa/Kelurahan di Kecamatan Kembangbahu 2014. Sosial dan Kependudukan. Agama. Bencana Alam Selengkapnya Ekonomi dan Perdagangan. Air. Energi. Industri. Selengkapnya Pertanian dan Pertambangan. Hortikultura. Kehutanan. Nilai Tukar Nelayan TOLERAN Suasana di Desa Balun, Jawa Timur, yang merawat toleransi dengan cara yang unik. Baca KETIKA Hal. 4 Laporan Rista R.C., LAMONGAN–Harry T.A., BOLAANG MONGONDOW KEBAKTIAN pagi itu memang DesaBalun Kecamatan Turi dikenal sebagai desa "Pancasila" karena disana terdapat potret kerukunan toleransi dalam keberagaman, termasuk tempat ibadah yang s 2tG4rgr. Agama memiliki pengaruh besar terhadap budaya di Indonesia. Tengok saja Bali dengan ukiran-ukiran dewa Hindu, ataupun Suku Jawa yang kental akan nuansa Islam berkat Wali Songo. Keberagaman ini menjadi salah satu inspirasi bagi Desa Balun Lamongan untuk hidup berdampingan satu sama lain. Sebelum menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisatamu, yuk simak artikel di bawah ini! Terkenal dengan Sebutan Desa Pancasila Senja di Desa Balun via instagram/aryo_sattriaDesa Balun merupakan satu kawasan pemukiman, di mana warganya tinggal berdampingan walau berbeda agama. Keberagaman ini membuat sebagian orang menjulukinya sebagai Desa Pancasila. Jika ingin berkunjung, kamu bisa langsung menuju ke Kecamatan Turi, sekitar 4 kilometer dari Lamongan. Desa Balun via Royong dan Tenggang Rasa dalam Perayaan Keagamaan Gotong Royong antar warga via instagram/dhany_aristyaDesa ini juga memiliki berbagai kegiatan perayaan agama. Uniknya, aktivitas ini dilaksanakan oleh berbagai elemen tanpa memandang latar belakang mereka. Kamu bakal kesulitan menebak keyakinan seseorang sebab semuanya berpartisipasi dalam berbagai kegiatan agama, walau hanya terbatas di penyeleggaraannya saja. Untuk ibadahnya dilakukan sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Kegiatan warga via Religi yang Seru dan Menarik Salah satu Ogoh-ogoh dalam festival via instagram/arif_jt003Salah satu kegiatan yang menjadi daya tarik wisatawan adalah Festival Ogoh-ogoh. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian dalam perayaan Hari Raya Nyepi. Tak hanya itu, agenda keagamaan lain seperti Natal dan Idul Fitri juga ramai dikunjungi. Toleransi terhadap keberagaman menjadi hal yang patut untuk disaksikan secara langsung di sini. Malam takbiran di Desa Balun via instagram/azifaamTempat Ibadah yang Terletak Berdampingan Masjid Miftahul Huda via instagram/atuuusKeunikan lain yang bisa kamu temui di Desa Balun adalah letak tempat ibadah yang berdekatan. Meskipun begitu, kegiatan agamanya tidak saling mengganggu meskipun menggunakan pengeras suara. Rencananya, di tengah-tengahnya akan dibangun alun-alun dan akan menjadi ikon wisata bagi kawasan ini. Kegiatan keagamaan di Pura via instagram/insta_lamonganLiburan di Desa Balun bisa membuat kita paham dengan nilai toleransi antar agama. Tentu saja kawasan ini bisa menjadi tujuan saat berlibur di Lamongan. Jadi tunggu apa lagi? Yuk berangkat! Advertisement Tags Indonesia Jawa Timur Lamongan l LAMONGAN - Ada tiga persoalan besar Kebhinnekaan yang jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah. Yakni kesombongan masing-masing etnis, suku bangsa atau agama. Kemduian mengambil sesuatu yang bukan hanya serta sikap iri antara satu suku, etnis, agama dengan yang lainnya. Dan Balun tak menyimpan maupun memiliki bibit tiga persoalan itu. Sampai - sampai Desa Balun dijadikan lokasi penelitian karena dinilai sebagai desa yang sudah sejak lama membangun kesadaran solidaritas bhineka yang terbuka, dan mampu mengurangi kesenjangan antarkelompok dalam masyarakat yang terus mengalami perubahan. Desa Balun adalah salah satu desa tua yang masih memelihara budaya – budaya terdahulunya. Keanekaragaman agama semakin memperkaya budaya desa Balun. Dan yang menjadiu ciri khas adalah interaksi sosial dintara warganya yang multi agama, Islam, Kristen, Hindu. Bahkan sejak masuknya agama Hindu dan Kristen sejak 1967 belum pernah ada konflik yang berkaitanagama. Uniknya lagi tidak ada pengelompokan tempat tinggal berdasarkan agama, mereka campur danmerata. Saat ini terdapat pemeluk Agama Islam, warga yang beragama Kristen sebanyak 688 orang dan 282 beragama Hindu. Meski terdiri dari tiga agama, toleransi antar warganya sangat tinggi. Bahkan tempat ibadahnyapun tidak Miftahul Huda berada satu lokasi dengan Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatush Shibyan. Tidak jauh dari masjid dan berdampingan hanya dibelah oleh jalan desa terdapat Pura SwetaMaha Suci, tempat pemeluk Hindu beribadah. Masih di sekitar area yang sama, berdiri dengan harmonis Gereja Kristen Jawi Wetan, di timur masjid. Saat peringatan hari besar dari 3 agama yang tumbub di Balun para pemudanya melibatkan diri menjaga keamanan atau panitia desa, meski tidak harus nimbrung dalam acara ritual keagamaannya. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID hA-CEtSy8Sdn-R7iR5BjeaBCvf3NlDnbDsNwTGYKyFKonn4jRC4MxA== Lamongan - Sejak lama Desa Balun di Lamongan dikenal sebagai Desa Pancasila karena keragaman pemeluk agama yang hidup berdampingan secara damai. Kini desa tersebut dinobatkan sebagai desa wisata religi. Kepala Desa Balun Khusyairi mengatakan, pada dasarnya Desa Balun sudah memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Jadi ketika dikelola dengan benar akan semakin memberi dampak yang baik pula pada masyarakat."Desa Balun sangat layak diresmikan sebagai Desa Wisata Religi. Karena sudah memiliki embrio, kebudayaan dan kesenian yang bisa menarik wisatawan," kata Kusyairi saat peresmian Desa Balun sebagai desa wisata religi, Sabtu 27/4/2019. Menurut Kusyairi, Desa Balun selama ini mendapat julukan desa Pancasila karena kemajemukan warganya. Di Desa Balun, meski berbeda keyakinan keagamaan tetapi bisa hidup menambahkan, di Desa Balun hidup berdampingan 3 pemeluk agama. Yaitu Islam, Kristen dan Hindu."Hidup rukun dan damainya 3 pemeluk agama di desa kami ini semoga bisa menjadi nilai jual dalam menarik minat wisatawan untuk datang ke Desa Balun sambil melakukan penelitian," imbuhnya. Selain rukunnya 3 pemeluk agama, lanjut Kusyairi, potensi wisata lainnya yakni budaya. Kusyairi berharap, budaya atau potensi yang dimiliki Desa Balun akan dikemas sedemikian rupa sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan."Kami juga punya agenda tahunan semacam pawai Ogoh-ogoh yang banyak dikunjungi masyarakat dari luar Kota Lamongan. Kami juga punya kesenian karawitan dan banyak budaya lain yang bisa kita gali," tutur Kusyairi yang berjanji akan mengemasnya dengan baik untuk meningkatkan APBDes. Bupati Lamongan Fadeli menyampaikan, penobatan Desa Balun sebagai desa wisata religi ini dirasa tepat. Pasalnya, selama ini Desa Balun sudah dikenal menjadi salah satu ikon Lamongan yang sudah sampai ke tingkat nasional dan mendunia."Inilah yang menjadi ikon-nya Lamongan, salah satunya di Desa Balun ini yang memang perlu terus kita angkat. Dengan harapan potensi yang kita kembangkan ini bisa menjadi ikon atau kekuatan yang ada di desa ini menjadi inspirasi di desa-desa lain. Ikon-nya Lamongan terus bertambah lagi, desa-desa wisata bertambah lagi, menginspirasi desa-desa yang lain," kata Bupati Lamongan, Fadeli saat peresmian Desa Balun sebagai desa wisata menambahkan, mereka sengaja me-launching desa wisata religi untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan ketenaran Balun sebagai desa wisata dan Desa Pancasila. Ia berharap peresmian ini akan mendorong banyak desa di Lamongan untuk semakin sadar dalam mengembangkan potensi desa."Kita tunjukkan Desa Balun ini menjadi ikon-nya agama-agama dan kebersamaannya. Kita bayangkan, di sini ada masjid, di depannya ada gereja, di sebelahnya ada pura. Tapi bisa hidup berdampingan, guyup, rukun, bahkan lebih rukun daripada di tempat lain," imbuh Desa Balun sebagai desa wisata religi di Lamongan merupakan hasil inisiasi dari para mahasiswa Universitas Bhayangkara Ubara yang sedang menjalani KKN Tematik di desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Turi itu. Peresmian tersebut, kata Rektor Universitas Bhayangkara Brigjen Pol purn Edy Prawoto, tidak hanya mengembangkan budaya dan tradisi di Desa Balun tetapi menjadi tonggak kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat."Saat ini mungkin aspek budayanya lebih dulu, tapi nanti akan berkaitan dengan aspek ekonomi. Yang mana aspek ekonomi akan menjadi daya jungkit desa ini yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat," ujar Edy. Peresmian Desa Balun sebagai desa wisata dimeriahkan berbagai kesenian daerah yang digali dari kearifan lokal. Sejumlah kesenian daerah tersebut di antaranya Tari Jejer dan Tari Gambyong. Acara ini juga dihadiri Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ismunawan serta sejumlah Kepala OPD dan ditutup dengan doa bersama tiga tokoh agama di Desa Balun. sun/bdh

apa pesona pembangunan tempat ibadah di desa balun lamongan