1) Pertama, kita harus mengetahui apakah kehendak Allah itu, yaitu kehendak-Nya yang sempurna sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab (termasuk Taurat-Nya). Karena hari-hari ini adalah jahat, kita harus mengerti "kehendak Tuhan" ( Ef 5:17 ). 2) Setelah kita tahu dari kehendak Allah yang dinyatakan bagaimana Allah menginginkan kita hidup sebagai Hanya Allah yang Berhak Disembah. Pembahasan kedua adalah bagaimana jika ‘laa ilaha illallah’ ditafsirkan dengan pengertian Tuhan yang kedua yaitu sesembahan, maka makna ‘laa ilaha illallah’ menjadi ‘tidak ada sesembahan selain Allah’. Sebenarnya pengertian ilah pada tafsiran kedua sudah benar karena kata ‘ilah’ secara bahasa Bismillah IMBALAN MENINGGALKAN SESUATU KARENA ALLAH Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Dia akan ganti dengan yang lebih baik. Siapa 3. Kemuliaan seorang ibu dibandingkan dengan ayah karena kasih sayangnya yang tercurah sejak dalam kandungan, saat dilahirkan, saat dalam buaian, hingga disapih. 4. Berbuat baik kepada semua orang sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. 5. BAGIKAN. “Di antara tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.” (HR Tirmidzi) PARA ulama menegaskan, kedudukan hadits ini sangat utama, karena ia mejelaskan tentang etika, membangun level kebaikan seorang muslim. Karena itu, Imam an-Nawawi pun memasukan hadits ini di antara hadits Karena siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan memberikan ganti yang lebih baik daripada itu. Allah telah berfirman, ‘ Siapa saja yang bertakwa kepada Allah maka Dia akan memberikan jalan keluar kepadanya * dan memberinya rizki yang tidak dia duga .’ (QS. “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. SyaikhSyu’aibal-Arnauthmengatakan,bahwasanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Id al-Hilali berkata, bahwa sanad hadits ini shahih. Karena syariat telah mengaitkan ketetapan hukum kufur dengan meninggalkan shalat tanpa menentangnya dan menjadikan syarat ukhuwah/persaudaraan dalam agama dengan menegakkan shalat tanpa menyebutkan keharusan mengakui kewajibannya. Allah tidak mengatakan, "Jika mereka bertaubat dan mengakui kewajiban shalat." Karena sesuatu yang dilakukan dalam keadaan lupa seperti sesuatu yang tidak ada. Melakukan Sesuatu Karena Lupa. Melakukan sesuatu karena lupa tidak lepas dari dua hal: 1- Berkaitan dengan hak Allah, jika dilakukan dalam keadaan lupa atau keliru, maka tidak dikenai dosa. Ibnu Taimiyah berkata tentang masalah ini, Ahmad 5: 363) Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Dia akan ganti dengan yang lebih baik. Siapa yang meninggalkan budaya dan tradisi syirik, maka Allah akan menggantikannya dengan beribadah pada Allah semata. Shalatnya untuk Allah, sembelihan tumbalnya untuk Allah, dan sedekahnya jadinya untuk Allah. “ Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.) “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad) Dengan kita meninggalkan pekerjaan yang haram karena Allah, maka insya Allah akan diganti dengan rizki yang lebih baik. 2. Rizki Manusia Pasti Terpenuhi “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, melainkan Allah akan menggantikan bagimu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Waki dalam az-Zuhd: 2/68, Ahmad 5/363, dan al-Qudho’i dalam Musnad Syihab: 1135 dengan sanad shohih sesuai syarat Muslim. Lihat adh-Dho’ifah no. 5) Di antara gambarannya “ Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih) Tidak seorangpun dari makhluk Allah yang berhak untuk memaksa Allah untuk melaksanakan atau meninggalkan sesuatu. Karena Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa, tidak bisa dipaksa atau dikuasai. Sedangkan usaha dan doa manusia hanya sekedar perantara untuk mengharap belas kasih Allah dalam mengabulkan apa yang diinginkan. Qdu0k8.

meninggalkan sesuatu karena allah